Saturday, July 30, 2016

Sumbar1.Com : Mengenal Lebih Dekat Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa



konten ads responsif

Sumbar1.com-Brigjen Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa (lahir di Jakarta tahun 1965)  resmi menjabat sebagai Kadiv Humas Polri menggantikan Irjen Anton Charliyan. Sebelum resmi dilantik oleh Kapolri Jendral Badrodin Haiti pada 14 April 2016 kemaren, dia adalah seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kapolda Banten sejak 2014. Boy Rafli Amar mendapatkan bintang satu-nya setelah menduduki jabatan Karopenum pada bulan Juni 2012.
Boy Rafli Amar menempuh pendidikan di  Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun I988 dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda). Pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Inspektur Satu (Iptu). Pada saat berpangkat Kompol di tahun 1999 dia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.

Boy yang lahir di Jakarta merupakan putra dari seorang ibu yang berasal dari Agam (Koto Gadang) dan ayah dari Solok Sumatra Barat. Dia menikah dengan seorang wanita bernama Irawati dan telah dikaruniai 2 orang anak.
Jenjang karier
  • Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV (1999)
  • Kapolres Pasuruan Jawa Timur (2006)
  • Kanit Negosiasi Subden Penindak Densus 88/Anti Teror Mabes Polri
  • Direskrim Polda Maluku Utara (2008)
  • Kapoltabes Padang (2008)
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya (2009)
  • Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri (2010)
  • Karopenmas Divhumas Polri (2012)
  • Kapolda Banten (2014)
  • Kadivhumas Polri (2016)
  • Penghargaan yang di Dapati
    • Penghargaan dari PBB  dalam bidang perdamaian
    • Satya Lencana Kesetiaan 16 Tahun
Gelar Adat yag di sandang oleh Boy Rafli Amar
Boy Rafli Amar dinobatkan menyandang gelar Adat Minangkabau Dt. Rangkayo Basa dari Suku Koto, Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Penganugerahan atau acara Batagak Penghulu Suku Koto, Koto Gadang kepada Kepala Biro Penerangan Masyarakat-Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia itu, berlangsung di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Minggu.(01/12/2013)
Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim, Tokoh Minang, Emil Salim, Forkopinda Sumbar, Kapolda Sumbar, Brigjen Pol. Nur Ali, Bupati Wali Kota se Sumbar dan Anggota DPR RI Refrizal.

Wagub Sumbar ( saat itu) Muslim Kasim menyampaikan, pengangkatan gelar Datuk Rangkayo Basa yang telah terlipat selama 100 tahun, merupakan sebuah momentum membangkik batang tarandam oleh Boy Rafli Amar.
Semangat ini memperlihatkan nilai-nilai Keminangan bagi anak kemenakan sebagai tanggung jawab moral terhadap budaya dan adat dalam perkembangan zaman saat ini.
“Kami juga melihat sejarah bagaimana masyarakat Minang melihat perpolisian dalam kehidupan masyarakat dan alam Minangkabau. Sejarah pernah mencacat keberadaan polisi wanita ditoreh lahir dari pemikiran bagai menjaga adat dan budaya dalam pemeriksaan terhadap pelaku wanita,” katanya.
  • Brigjen Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Ternyata banyak penggemar dari Kaum Hawa
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri (kini Kapolda Banten), Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar ternyata mempunyai pesona sendiri di mata masyarakat. Apalagi, wajahnya sudah sering tampil di media massa, sehingga makin akrab di mata publik.
Hal ini tampak ketika, Jenderal Bintang Satu tersebut tengah menghadiri upacara pelantikan 848 perwira sekaligus menutup Sekolah Inspektur Polisi untuk tahun ajaran 2012 di Lapangan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/11). 
Usai mendampingi Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Boy yang memakai seragam lengkapnya langsung dikerumuni kaum wanita, baik tua maupun muda. Mereka rebutan untuk dapat berfoto bersama Karo Penmas Polri tersebut.
Akhirnya, Boy menyempatkan diri berfoto dengan warga dan keluarga perwira yang telah mengantri di sampingnya. 
“Giliran ya fotonya,” ujar Boy sambil tersenyum pada warga. 
Tak hanya kaum wanita, orangtua para perwira pun tak ketinggalan mengantri ingin berfoto. Mereka bahkan rela menunggu Boy menyelesaikan jumpa persnya dengan awak media massa, sebelum akhirnya meminta waktunya.

“Biar anak saya juga bisa jadi Jenderal seperti pak Boy,” celetuk seorang ibu, usai berpose ria.
Suasana yang tampak resmi tadinya pun berubah menjadi seperti temu selebriti. Boy bak selebriti ibu kota, di mata warga dan keluarga perwira itu.